METROPOS.CO | ROKAN HILIR, BANGKO PUSAKO – Presiden Himpunan Pelajar Mahasiswa Rokan Hilir (Hipemarohi) Pekanbaru, Akas Virmandi, meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kepenghuluan (PMK) Kabupaten Rokan Hilir serta Inspektorat Rokan Hilir untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan penyelewengan keuangan Dana Desa di Kepenghuluan Sungai Manasib, Kecamatan Bangko Pusako.
Akas menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai tidak dibayarkannya gaji guru TK selama enam bulan pada tahun 2025, tanpa kejelasan dan tanpa alasan resmi dari pihak kepenghuluan.
Selain itu, Akas juga menyoroti dugaan permainan Ketapang Tahun 2024 dalam pengadaan kambing, di mana berdasarkan informasi dilapangan, kambing yang telah dibeli menggunakan anggaran desa beberapa bulan kemudian hilang tanpa pertanggungjawaban hingga saat ini.
“Temuan-temuan di lapangan ini tidak bisa dibiarkan. Ada hak masyarakat dan ada uang negara yang harus dipertanggungjawabkan,” tegas Akas Virmandi.
Hipemarohi Pekanbaru juga meminta Inspektorat Rokan Hilir untuk mengusut dugaan penyimpangan dalam pengelolaan BUMDes serta aset-aset BUMDes di Kepenghuluan Sungai Manasib, yang dinilai tidak transparan dan berpotensi merugikan masyarakat desa.
Akas mendesak agar Inspektorat dan Dinas PMK Rohil segera memanggil dan memeriksa Penghulu serta Bendahara Kepenghuluan Sungai Manasib guna memastikan seluruh penggunaan anggaran desa berjalan sesuai ketentuan dan tidak ada penyimpangan.
“Kami meminta Inspektorat dan PMK tidak menutup mata. Periksa Penghulu dan Bendahara dengan serius. Jika benar terjadi pelanggaran, proses secara tegas sesuai hukum,” ujar Akas.
Hipemarohi menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengawal persoalan ini demi terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab. Pungkasnya (MH/IDRUS)












