METROPOS.CO | ROKAN HILIR – Aksi yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Rokan Hilir dan Gerakan Pemuda Masyarakat Rokan Hilir (GPM Rohil) pada Jumat (17/04/2026) hingga kini belum menunjukkan titik terang.
Ultimatum 3×24 jam yang sebelumnya dilayangkan kepada Kapolres Rokan Hilir berakhir tanpa kejelasan, memicu kekecewaan dari kalangan mahasiswa dan pemuda, pada Selasa (21/04/2026).
Dalam pernyataannya, massa aksi kembali mempertanyakan keseriusan pihak kepolisian dalam menanggapi tuntutan yang telah mereka sampaikan. Mereka menilai tidak adanya respons konkret sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi publik.
Ketua Umum HMI Cabang Rokan Hilir, Eka Rahayu Wijaya Pratama, menyampaikan kekecewaannya atas sikap Kapolres Rohil yang dinilai tidak mengindahkan tuntutan dalam batas waktu yang telah ditentukan. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam.
“Ultimatum 3×24 jam telah kami berikan, namun tidak ada kejelasan maupun langkah nyata dari Kapolres Rohil. Ini menunjukkan ketidakseriusan dalam merespons aspirasi kami,” tegas Eka.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa HMI bersama GPM Rohil akan kembali turun ke jalan dalam aksi lanjutan atau aksi jilid II dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Kami akan menggelar aksi lanjutan dengan kekuatan massa yang lebih besar sebagai bentuk keseriusan kami dalam mengawal tuntutan ini dan kami tidak menggaransi kondusifitas daerah ” tambahnya.
Tak hanya itu, massa juga mendesak Kapolda Riau untuk segera mengambil sikap tegas dengan mencopot Kapolres Rohil dari jabatannya. Mereka menilai kepemimpinan Kapolres saat ini tidak lagi sejalan dengan harapan masyarakat.
Senada dengan itu, Ketua GPM Rohil, Fani Pratama, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyerahkan tuntutan kepada Wakapolres Rohil. Namun hingga kini, tidak ada tindak lanjut yang jelas.
“Kami hanya menyampaikan 1 tuntutan secara resmi, Copot Kapolres Rohil namun hingga saat ini tidak ada respons konkret. Jika ini terus diabaikan, kami siap menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar,” ujarnya.
HMI dan GPM Rohil juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam aksi lanjutan yang direncanakan akan digelar dalam waktu dekat.
Aksi ini diprediksi akan menjadi gelombang lanjutan dari gerakan mahasiswa dan pemuda di Rokan Hilir dalam menuntut transparansi, akuntabilitas, serta respons cepat dari aparat penegak hukum terhadap aspirasi masyarakat. Pungkasnya (MH)












