Menu

Mode Gelap
PW HIMMAH RIAU Ucapkan Selamat Harlah Ke-66 PMII, Tekankan Pentingnya Kolaborasi Membangun Negeri Rapor Merah Kapolres Rohil” Memanas, HMI–GPM Desak Kapolda Riau Segera Copot Kapolres Respons Keresahan Publik, Polda Riau Bentuk Satgas Anti Narkoba Berbasis Penindakan dan Pengawasan Polres Kep. Meranti Gelar Razia Serentak di Tempat Hiburan Malam, Cegah Peredaran Narkoba Tim Terpadu Polres Solok Kota Sumatra Barat Gencarkan Penindakan Penambang Emas Ilegal di Nagari Sibarambang PW HIMMAH Riau Desak Kapolda Bertindak Tegas : Copot Kapolres Rohil, Jangan Biarkan “Panipahan Kedua” Terjadi

Berita

Bupati Asmar Lakukan Pertemuan dengan IPB dan RoeKI, Kembangkan Hilirisasi Kelapa Untuk Kemajuan di Meranti

badge-check


					Bupati Asmar Lakukan Pertemuan dengan IPB dan RoeKI, Kembangkan Hilirisasi Kelapa Untuk Kemajuan di Meranti Perbesar

Metropos.co, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti tengah membidik berbagai peluang kerja sama untuk pengembangan berbagai komoditas perkebunan yang ada di daerah, diantaranya pengembangan hilirisasi kelapa.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Ifwandi, melakukan pertemuan dengan perwakilan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI), Kamis (23/5/2025) di Kampus IPB, Jawa Barat.

Bupati Asmar mengatakan, pemerintah kabupaten sedang berupaya membangun dan memperkuat peran dalam pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan.

“Kita menjalin kerja sama yang difokuskan untuk pengembangan pangan berbasis potensi lokal (ecoregion) dan keragaman pangan (agrobiodiversity) di Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujar Asmar.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal.

Melalui RoeKI dan Cooperation Internationale en Recherche Agronomique pour le Development (Cirad), Pemkab Meranti berharap dapat menarik investasi guna pengembangan hilirisasi kelapa yang menjadi salah satu potensi perkebunan di daerah.

“Tentunya jika ini berhasil, akan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa kita dan bermuara pada pendapatan asli daerah (PAD) yang sangat kita butuhkan dan membantu menurunkan kemiskinan ekstrem di Meranti,” katanya.

Asmar juga meminta kepada petani kelapa yang ada di Meranti untuk mempertahankan perkebunan kelapa yang ada dan terus meningkatkan kualitas serta hasilnya.

“Ke depan tidak tertutup kemungkinan harga kelapa terus meningkat, mengingat pemerintah sangat komit terhadap hilirisasi kelapa, hingga berbagai macam turunannya,” sebut Asmar.

Ditambahkan oleh Kepala DKPP Kepulauan Meranti, Ifwandi, pihak RoeKI sudah pernah turun langsung melihat potensi kelapa yang ada di Kepulauan Meranti.

“Mereka sangat tertarik dengan kondisi geografis dan potensi kelapa kita, dan siap bekerja sama untuk hilirisasi dan juga peremajaan kelapa yang sudah ada,” jelasnya.

Lebih jauh diungkapkan Ifwandi, RoeKI sebagai pihak yang mempertemukan petani dan industri, telah menyampaikan adanya ketertarikan investor dari berbagai negara untuk peremajaan dan hilirisasi kelapa di Meranti. Mulai dari daging kelapa, air, tempurung dan juga sabut kelapa.

“Yang sudah menyatakan minat itu ada investor dari Belanda dan Timur Tengah, ini akan dilakukan penandatanganan kerja sama. Tapi sebelumnya kita akan membahas dulu dengan berbagai OPD terkait,” sebutnya.

“Setelah itu selesai, maka dilakukan penandatanganan dan segera action di Bulan Juni ini. Akan dibuatkan pabrik nantinya, tergantung dari para investor yang akan menanamkan modalnya,” tambah Ifwandi.

Tidak hanya kelapa, rencananya juga akan dikembangkan sistem tumpang sari dengan tanaman nenas dan jagung yang diperkirakan memiliki lahan sekitar 8.000 hektar untuk replanting kelapa. Dengan komposisi 4.000 hektar nenas dan sisanya jagung.

Ikut dalam pertemuan yang berlangsung di Pusat Studi Pembangunan Pertanian IPB itu, Ketua PSP3 IPB Prof. Jaenal Effendi beserta jajarannya, Prof. Muladno, Prof. Lala Kolopaking dan Prof Sugeng Hari Wisudo. Ada juga Roemah Kelapa Indonesia dan Regional Director Agricultural Research for Development (Cirad), Roda Jean Marc. (Dwi)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Kep. Meranti Gelar Razia Serentak di Tempat Hiburan Malam, Cegah Peredaran Narkoba

14 April 2026 - 08:32

Polres Meranti dan Warga Gotong Royong, Bangun Dua Jembatan Merah Putih

10 April 2026 - 06:12

LAMR Kepulauan Meranti Dukung Pemberantasan TPPO Polda Riau

7 April 2026 - 04:29

Kabid DLH Kepulauan Meranti Bantah Pemberitaan, Tegaskan Hak Untuk Klarifikasi Belum Diberikan Ruang

5 April 2026 - 15:44

Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Muzamil Dan Dirut Bisnis PT Bumi Meranti Fitridi Mirtha SE Menghadiri Kunjungan Spesifik Komisi II DPR RI: Dorong Transformasi BUMD Jadi Solusi Kekeringan Fiskal Daerah 

3 April 2026 - 16:41

Trending di Berita